Translate

Thursday, June 28, 2012

TIPS DAN TRIK CARA AMAN MELIBAS BANJIR.


Glitter Text Maker Musim hujan di Jakarta dan mungkin di kota-kota besar lainnya di Indonesia, selalu identik dengan banjir dan kemacetan parah yang ditimbulkannya. Banjir di jalan-jalan ibukota lebih banyak disebabkan oleh kualitas jaringan drainage yang jelek dan tidak terawat, sehingga tiap musim hujan datang, banjir selalu muncul. Jeleknya sarana transportasi umum/ rakyat disini, menyebabkan banyak warga lebih memilih menggunakan mobil pribadi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, sehingga semakin menambah padatnya lalu lintas di jalanan.

Ketergantungan yang tinggi terhadap mobil pribadi, menyebabkan para warga Jakarta terpaksa tetap memakainya, meskipun sudah tahu jika Jakarta saat itu sedang dilanda banjir. Banjir yang tersebar tidak merata serta datangnya tidak kenal waktu, menuntut agar pemilik mobil tetap waspada dan berhati-hati dalam melibas banjir, sebab di suatu jalan dia sukses melewati banjir tetapi di tempat lain belum tentu seperti itu. Bisa-bisa mobilnya malah terjebak mati di tengah banjir, karena ternyata banjirnya lebih tinggi/ dalam dari genangan sebelumnya. Ketika Jakarta dilanda banjir besar tahun 1996 teman saya bahkan pernah sampai 24 jam menunggu antrian melibas banjir saat pulang dari kantor, padahal jarak dari rumah ke kantor + 25KM.


Agar kejadian di atas tidak menimpa Anda, maka diperlukan pengetahuan dasar untuk melibas banjir dengan aman (ingat, mobil Anda bukan kapal selam darat).


PENGETAHUAN DASAR, SBB:


Kenali mobil Anda, paling tidak ketinggian lubang air intake, lubang knalpot dan ketinggian tengah roda. Demikian juga dengan ketinggian electric Fans (bila ada) untuk radiator AC dan radiator mesin. Untuk type jeep semua hal di atas posisi mereka lebih tinggi daripada sedan, sehingga jeep relatif lebih leluasa dalam melibas banjir.
Note:
Bearing-bearing pada electric fans sengaja tidak dirancang untuk tahan air atau siap untuk menghadapi ketinggian air banjir. Bila mereka sempat terendam air, dapat dipastikan dalam waktu dekat, akan mengalami kemacetan permanen akibat bearing motornya rusak (sebelumnya akan ditandai dengan bunyi kasar/ mencicit seperti bearing kurang pelumasan).

Kenali sistem penggerak mobil Anda apakah temasuk: penggerak roda depan (FWD), penggerak roda belakang (RWD) atau penggerak 4 roda (4WD) baik konvensional maupun yang sudah All Wheel Drive (AWD). Bila mobil Anda termasuk RWD atau 4WD, maka titik rawan banjir bertambah, yaitu pada ketinggian universal joint pada drive shaft dan lubang pernafasan (breather) gardan.

Kenali merk mobil Anda, karena berdasarkan pengalaman sendiri dan pengalaman beberapa orang teman, tenyata ada merk mobil tertentu, merk X,  yang apabila dipakai untuk melibas banjir dengan ketinggian minimal sama dengan tengah roda, maka dalam waktu tidak lama kemudian keempat bearing rodanya rusak, karena air berhasil menyusup kedalamnya dan segera mengikis habis pelumas yang ada di dalam bearing.
 
Note:
Khusus untuk mobil FWD, jangan lupa untuk memeriksa kondisi karet boot penutup poros  penggerak roda depan, apakah masih bagus (terpasang rapat) atau sudah sobek disana-sini. Kerusakan karet boot akan mempermudah air untuk menerobos ke dalam komponen-komponen yang ada di dalamnya, terutama bearing dan joint-joint yang ada.
Hilangnya lapisan pelumas menyebabkan pelor-pelor yang ada di dalam bearing cepat aus. Kerusakan ini ditandai dengan bunyi dengungan yang semakin lama semakin parah terdengar di telinga saat mobil melaju.
Cara mudah untuk memeriksa kerusakan bering yaitu: salah satu roda didongkrak dan ketika digerak-gerakkan secara lateral (tepatnya dipukul-pukul ringan dengan tangan, bukan diputar), maka akan terasa oblak, yang berarti suaian bearing sudah longgar. Bila kerusakannya sudah parah, maka akan terdengar bunyi gemuruh kecil saat roda diputar-putar ringan dengan tangan.
Suaian bearing yang sudah longgar tidak bisa diperbaiki, sehingga mau tidak mau semuanya harus diganti baru. Di pasaran harga bearing genuine sangatlah mahal belum lagi ongkos service yang harus dibayar terpisah.
Bearing-bearing roda yang sudah rusak, apabila terlambat diganti akibatnya sangat berbahaya dan fatal, yaitu roda bisa macet atau terkunci mendadak saat dibawa melaju. Roda terkunci karena pelor-pelor dalam bearing pecah akibat gesekan ekstrim saat roda berputar kencang.
Sebenarnya kelemahan bearing roda dari merk X tersebut sudah pernah saya sampaikan langsung ke pihak pabrikan, tapi sepertinya tidak ditanggapi dengan baik. Menurut mereka alur rubber seal pelindung bearing dari penyusupan air akan segera didesain ulang, tetapi sampai sekarang tampaknya tidak ada perubahan sama sekali. Kasusnya tetap terulang, dimana apabila mobil merk X tersebut setelah dipakai melibas banjir dengan ketinggian melebihi tengah roda, maka sebentar kemudian bunyi dengungan roda akan muncul.

Dari kasus di atas tanpa memandang merk ini itu, maka langkah terbaik adalah tidak melibas banjir apabila ketinggiannya sudah mendekati tinggi tengah roda, kecuali Anda sudah siap dengan resiko mengeluarkan ongkos mahal untuk perbaikannya .

Bila mobil Anda bukan dari merk X dan berpenggerak roda depan (FWD), maka batas ketinggian banjir yang boleh dilibas maksimal di bawah ketinggian mulut air intake.

Bila mobil Anda bukan dari merk X, baik berpenggerak roda belakang (RWD), 4WD maupun All Wheel Drive (AWD), maka batas ketinggian banjir yang boleh dilibas maksimal di bawah ketinggian universal joint yang ada pada drive shaft, atau lebih amannya di bawah breather gardan.

Kenali sistem pengereman mobil Anda. Pada sistem pengereman tromol , daya pengeremannya akan turun drastis saat terendam banjir. Pada sistem pengereman cakram, daya pengeremannya relatif masih bagus meskipun terendam banjir.



TIPS DAN TRIK MELIBAS BANJIR DENGAN AMAN:

Ketika sedang antri untuk melewati banjir, pastikan dulu pemindah gigi transmisi berada pada gigi 1 atau 2 (manual/ MT) atau L1 (otomatic/ AT). Hal ini penting untuk menjaga agar RPM mesin tetap tinggi dan mesin tetap bertenaga saat melibas banjir, karena hambatan air ini membuat laju mobil menjadi sangat berat.

Menjaga RPM mesin tetap tinggi bermanfaat agar mesin tidak mati mendadak karena ujung knalpot tersumbat oleh air atau mesin kehabisan tenaga.

Tetaplah bersikap sabar dengan menjaga emosi, tetap hati-hati, waspada dan penuh perhitungan saat menghadapi jalanan banjir. Jangan mudah panik dan terpancing dengan sikap pengemudi lain yang ugal-ugalan/ sok jagoan saat melibas banjir. Yang penting Anda dan mobil Anda selamat, bebas dari masalah akibat banjir.

Note:
Hindari menceburkan mobil Anda ke dalam banjir dengan tiba-tiba ( lebih baik bertahap saja). Jika hal ini Anda lakukan, maka mesin mobil yang masih panas sebelumnya akan mengalami pendinginan mendadak yang berakibat “melengkungnya” komponen-komponen di dalam mesin, meskipun dalam skala mikron atau bahkan dalam keadaan yang ekstrim dapat mengakibatkan bodi mesin mobil Anda “pecah”.
Mesin yang komponen-komponen dalamnya sudah “melengkung” akan berbunyi kasar tidak lazim, bahkan kadang mesin bisa macet permanen.
Demikian juga halnya dengan piringan rem cakram yang masih panas sebelumnya akan mengalami pendinginan mendadak. Piringan rem cakram akan “melengkung” meskipun dalam skala mikron yang berakibat putarannya menjadi tidak balance lagi.

Untuk mengukur ketinggian banjir, Anda dapat melihat kendaraan di depan Anda saat melibas banjir lalu segera ambil keputusan, bahwa Anda ingin tetap melibas banjir atau segera berputar balik atau menyerah dengan memarkir kendaraan ke tempat yang aman.




Umumnya jalanan aspal dibuat dengan sudut kemiringan tertentu, untuk itu pilihlah jalur paling kanan karena posisinya lebih tinggi.
Note:
Jalan aspal sengaja dibuat miring untuk menghindari air tegenang, mengingat sifatnya yang tidak tahan terhadap genangan air, dimana ia akan segera terkelupas dalam waktu singkat bila tergenang air.

Sedapat mungkin Anda hindari membuntuti mobil besar (truk/ bus) atau mobil tinggi (big MPV/ SUV/ jip) saat melibas banjir. Ombak yang timbul di kolong sangat besar, sehingga ada kemungkinan air besar dapat terhisap masuk ke ruang bakar mesin melalui lubang air intake.


 
Sedapat mungkin hindari melibas banjir bersamaan/ sejajar dengan mobil di sebelah, karena gelombang air yang ditimbulkannya dapat menambah ketinggian air yang kemungkinan besar dapat terhisap masuk ke ruang bakar mesin melalui lubang air intake.
Note:      
Air yang bersifat incompressible, yang terlanjur terhisap masuk melalui lubang air intake ke dalam ruang bakar mesin akan mengakibatkan terjadinya efek “Water Hammer”. Efek ini menyebabkan mesin langsung macet/ rusak dengan melengkungnya atau patahnya komponen-komponen utama di dalam mesin, yaitu: connecting rod dan poros engkol.

Mengingat kemampuan pengereman mobil akan turun dengan drastis saat komponen rem terendam banjir (terutama rem tromol), maka tetaplah menjaga jarak secukupnya dengan kendaraan di depan Anda.

Jika mobil Anda tiba-tiba mati mendadak ditengah kepungan banjir, jangan panik dan memaksa untuk menstarter mobil kembali, lebih baik Anda mengibarkan bendera putih/ menyerah dan segera panggil bantuan dari orang-orang di sekitar untuk membantu mendorong mobil Anda ke tempat yang aman. Menstarter mobil ditengah banjir menimbulkan kemungkinan bahaya korsleting listrik dan terhisapnya air hingga masuk ke dalam ruang bakar mesin.
Note:
Adalah lebih baik bila Anda, selalu menyiapkan uang pecahan sepuluh ribuan di dalam mobil, untuk memberi tip/ uang jasa pada orang-orang yang membantu mendorong mobil Anda, ke tempat yang aman.

Setelah berhasil melibas banjir, jangan langsung tancap gas, Anda perlu mengeringkan kampas rem (baik tromol maupun cakram) dulu dengan cara melakukan pengereman ringan secara berulang-ulang sampai rem terasa pakem kembali.

Sesampai di rumah, jangan segan-segan untuk segera mencuci bersih mobil Anda dari kotoran dan sisa-sisa banjir yang melekat. Buka kap mesin dan keringkan bagian-bagian yang masih basah dengan kain lap atau semprotan angin. Cabut stik pengukur oli mesin dan periksa apakah olinya masih tetap bening kecoklatan dan tidak seperti cairan susu? Bila yang Anda jumpai adalah warna oli sudah berubah seperti cairan susu, ini berarti olinya sudah teremulsi dengan air, maka segera saja kuras habis oli mesin mobil Anda dan ganti dengan oli baru.
Note:





Jika saat ini mobil Anda berjenis sedan dan bila Anda sudah ada dana lebih untuk membeli mobil lain, maka tidak ada salahnya Anda membeli mobil “berbadan tinggi” dari jenis big MPV/ SUV/ Jip yang relatif lebih aman untuk melibas banjir. Dengan begini Anda masih bisa tetap beraktifitas (dengan memakai mobil jenis big MPV/ SUV/ Jip Anda), meskipun dimana-mana sedang terlanda banjir.

Dikota-kota besar yang sering terlanda macet, sedan yang lebih irit BBM menjadi pilihan utama. Sedangkan big MPV/ SUV/ Jip umumnya menjadi pilihan berikut, karena faktor konsumsi BBM yang lebih boros.
 

Good Luck & Peace...!




Dark House Track - Chicago House Dj , Michael Angelo Christopher

1 comment:

Fian Fathi said...

Thanks Bro Tipsnya... --- walau ada beberapa kata yang kurang Gue ngerti..