Translate

Sunday, December 16, 2012

TIPS & TRIK MEMILIH OLI YANG COCOK DENGAN KARAKTER MOBIL ANDA.


Keberadaan oli pelumas mesin di dalam sebuah engine mobil, ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. Oli pelumas mesin yang mumpuni dan cocok dengan karakter sebuah mesin, akan membuat mesin tsb. mampu bergerak dengan lebih ringan, smooth, tarikannya lebih enteng dan bunyi mesinnya halus. Selain itu "kebugaran" mesin akan tetap terjaga, terutama bila ada rutinitas dalam hal pergantian oli pelumas dengan yang baru, setelah jangka jarak tertentu / berkala.
Memilih oli pelumas mesin apa yang terbaik buat mobil Anda, yang sesuai dengan karakter mesin mobil Anda, adalah hal yang gampang-gampang susah. Maka sebelum memutuskannya, untuk itu akan dibahas dulu mengenai: Sistem pelumasan oli mesin mobil, Perbedaan oli meneral dan oli synthetic, Spesifikasi oli, sbb:


Sistem pelumasan oli mesin mobil:
Oli pelumas mesin.

Tujuan sistem pelumasan oli mesin mobil, yaitu: 
  1. Memberikan perlindungan pada part-part mesin yang bergerak / berputar terhadap bahaya aus akibat gesekan.
  2. Merupakan sarana pendinginan part-part mesin yang tidak terjangkau oleh saluran sistem pendinginan mesin biasa (dengan media air / coolant). 
  3. Mencegah part-part mesin terhadap bahaya karat / korosi, akibat racun / limbah kimia hasil proses pembakaran di ruang mesin.
Agar semua tujuan di atas tercapai, maka sistem pelumasan harus memberikan perlindungan total terhadap part-part mesin yang bergerak / berputar dalam bentuk selubung tipis pelumasan / full film lubrication yang hanya dapat dicapai dengan tersedianya asupan oli bersih / sudah tersaring, secara konstan. Untuk itu di dalam sistem pelumasan, selain ada oli pelumas juga terdapat: pompa oli, filter oli dan saluran-saluran oli yang menyebar ke seluruh bagian mesin.

Perjalanan panjang oli mineral.

Perbedaan Oli Mineral dan Oli Synthetic:


Bahan dasar oli meneral maupun sintetik adalah sama, yaitu: berasal dari minyak mentah (crude oil). Yang membedakan keduanya adalah proses pembuatannya.  

Oli mineral merupakan produk sampingan, hasil penyulingan minyak mentah untuk memproduksi bensin dan produk-produk berbahan dasar minyak bumi lainnya, sehingga keberadaannya berlimpah dan harganya sangat murah.
Note:
Oli mineral hanya cocok digunakan untuk pelumasan mesin-mesin lawas dengan biaya operasional murah.   
Mengingat oli ini bersifat sangat mudah menghasilkan kerak/ deposit, maka untuk memperbaiki performanya, perlu dicampur dengan zat-zat aditif, misalnya: viscosity index improver, deterjen, dispersant, anti oksidasi, anti karat, anti gesekan, anti buih, dll. Selain itu didalam pemakaiannya harus lebih sering diganti dengan yang baru mengingat range pemakaian oli ini + 2.500KM jarak pakai.

Bentuk molekul oli mineral V sintetik.
Oli sintetik. Bahannya berasal dari oli mineral, tetapi harus diolah lebih lanjut melalui proses yang lebih panjang dan canggih/ advanced, mulai dari proses penyulingan (destiliting), proses pengilangan (refining) dan proses pemurnian (purification), sehingga dihasilkan oli dengan bentuk, ukuran dan berat molekul yang seragam/ consistence yang tidak tersedia di alam, maka dari itu disebut produk hasil sintesa/ synthetic atau oli sintetik.
Note:
Oli ini mampu bekerja dengan baik pada temperatur kerja tinggi atau sangat rendah, serta memiliki kemampuan menghasilkan endapan/ deposit yang sangat kecil~hampir 0, mengingat tingkat kemurniannya yang sangat tinggi. Kemampuan oli sintetik yang tinggi, menyebabkan tidak diperlukannya lagi zat-zat aditif, misalnya deterjen. Dengan demikian dapat menjamin keawetan mesin yang lebih baik, seimbang dengan harganya yang sangat mahal. 
Oli full sintetik, bila bahan yang dipakai adalah 100% oli sintetik, sehingga tidak usah heran bila harganya sangat mahal. Range pemakaian oli ini + 7,500 KM jarak pakai. 
Karena berbahan dasar sama, maka oli mineral dan oli sintetik dapat bercampur dengan baik, sehingga di pasaran dikenal juga produk oli semi sintetik, yaitu: campuran / blending antara 30% oli sintetik dengan 70% oli mineral. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan manfaat-manfaat baik / benefit dari oli sintetik, tapi dengan harga yang masih terjangkau. Range pemakaian oli ini + 5,000 KM jarak pakai.

Just info: Selain itu ada oli sintetik murni / pure synthetic oil, yang terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan dan hewan. Oli ini tidak bisa dicampur dengan oli meneral.


Spesifikasi oli:

Yang sering dijumpai di pasaran adalah spesifikasi berdasarkan standart kekentalan dan standart mutu oli. Untuk standart kekentalan oli, umumnya digunakan SAE (Society of Automotive Engineers) Viscosity Grades, sedangkan untuk standart mutu oli, umumnya digunakan API (American Petroleum Institute) Classifications, sbb:

SAE Viscosity Grade:
Standart ini tidak untuk menunjukkan mutu suatu oli, tapi untuk membedakan antara single grade dengan multigrade oil.
Note:   
Pada masa kini umumnya digunakan oli pelumas mutigrade.  
Pada SAE Viscosity Grade terdapat 2 seri angka: 
Seri pertama ditandai dengan huruf W / Winter (musim dingin), yang menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Tingkat kekentalan peringkat W adalah berdasarkan pada; kekentalan maksimum pada suhu rendah, yang tidak lain merupakan suhu maksimum tingkat kekentalan oli terhadap kemampuan pemompaannya dan kekentalan minimum pada suhu 100oC. Misal: SAE 10W.   
> Seri kedua tanpa huruf W. Tingkat kekentalan tanpa peringkat W adalah berdasarkan hanya pada kekentalan pada suhu 100oC. Misal: SAE 30.   
Terus terang, apabila Anda membaca tentang 2 seri angka di atas akan merasa kebingungan sendiri, karena untuk menjelaskan secara gamblang tidaklah sesederhana keterangan di atas. Jadi pernyataan di bawah ini untuk sementara bisa menjadi pegangan yang cukup ampuh:

Semakin encer oli pelumas, maka SAE Viscosity Grade semakin kecil, dan sebaliknya.
SAE Viscosity Grade paling rendah: 0W, berarti oli pelumas encer seperti air.


Sebagai gambaran, oli pelumas dengan SAE Viscosity Grade 0W sering digunakan untuk mobil-mobil balap yang membutuhkan tarikan maut dari mesin-mesin brutal dan bengis. Tapi tetap perlu diingat oli pelumas dengan SAE Viscosity Grade yang semakin kecil, berarti harganya semakin mahal!


API Classifications: 
Menunjukkan kriteria-kriteria / syarat mutu yang harus dipenuhi oleh oli pelumas, agar dapat memenuhi standart mutu tertentu sesuai tuntutan kemajuan teknologi mesin dan permesinan. Semakin kesini kriterianya semakin banyak dan kompleks, yang berarti kualitas oli semakin tinggi.
Note:
Terdapat 2 kelas dalam API, yaitu:

Kelas S (Services), untuk mesin yang dinyalakan dengan busi / mesin bensin / SI (Spark Ignition) engine.
Untuk menentukan oli pelumas yang sesuai dengan mobil Anda, pastikan dulu kode API Service terhadap tahun produksi mobil Anda.
Contoh soal: untuk mobil bensin produksi diatas tahun 2004, terbaik gunakan oli pelumas denga API Service SM atau SN (lihat ilustrasi di bawah). Tetapi sebaliknya jangan menggunakan oli pelumas dengan API Service SJ atau SL.

Kelas API Service, secara sederhana dapat dilihat pada ilustrasi di bawah:

API Service Classification.
Kelas C (Commercial), untuk mesin diesel.

Misal: 
CF-4, 1990 Diesel engine service.
CF    , 1994 Indirect-Injected Diesel Engine Service. Kadar S / sulfur dari BBM >> 0.5%.  
C-4   , 1994 Severe-Duty Diesel Engine Service. Kadar S / sulfur dari BBM 0.05% s/d 0.5%.
CJ-4 , 2006 Severe-Duty Diesel Engine Service. Kadar S / sulfur dari BBM <<0.05%.
Dst.


Cara memilih oli pelumas mesin yang sesuai karakter mobil Anda, sbb:

Memilih oli yang mampu memenuhi kebutuhan karakter mesin mobil yang dikendarai sehari-hari, merupakan hal yang susah-susah gampang. Diperlukan sebuah eksperimen kecil-kecilan dengan mencoba beberapa merk, sampai ketemu oli mesin apa yang paling pas dengan karakter mesin mobil Anda. 
Kalau sudah ketemu yang serba cocok; baik cocok di mesin, cocok dengan performance-nya, cocok dengan brand-nya yang bergengsi maupun cocok dengan kedalaman kantong Anda masing-masing, maka akan timbul fanatisme terhadap merk tsb. Hal ini bisa Anda buktikan dengan bertanya kepada teman-teman Anda tentang oli mesin yang dipakai untuk mobil mereka. 

Teman yang berkacamata tebal akan dengan bangga mengatakan, bahwa dia sudah lama memakai merk X, soalnya bisa membuat tarikan mesin lebih enteng, memiliki rentang KM jarak pakai yang lebih jauh (misal: sekali isi bisa untuk 10,000 KM jarak pakai), harganya lebih murah daripada merk Y yang spesifikasinya lebih rendah, dll. 
Teman yang lain, yang berambut gondrong, merasa lebih mantap memakai oli Y, sedangkan teman yang lainnya lagi, yang lengannya bertato, merasa mobilnya lebih ngacir bila memakai oli Z, dst. Hampir setiap teman merekomendasikan merk yang berbeda tergantung pengalaman / experience (plus experiment) pemakaian. Mengapa bisa begitu? Haha. Saya sendiri punya oli gacoan yang siap saya rekomendasikan bagi teman-teman yang kebingungan sedang memerlukan advice, tentang oli mana yang terbaik buat mobil mereka.


Aneka Oli Pelumas Mesin.
Jadi kesimpulannya, dalam hal ini Anda boleh setuju atau tidak setuju, sebenarnya memilih oli mesin mobil itu "bukan" ingin menyesuaikan dengan karakter mesin mobil, melainkan cenderung ingin menyesuaikan dengan karakter gaya mengemudi si empunya mobil. Haha. 
Bagi teman yang berkacamata tebal mengapa merasa cocok dengan oli X, alasannya mungkin; harganya cocok di kantong, praktis, awet dan tidak merepotkan bila sering di bawa ke "belantara" Jakarta yang sering macet parah, dll. Bagi teman yang berambut gondrong, merasa cocok  dengan oli Y, alasannya mungkin; pemilik tokonya ramah dan lokasinya dekat rumah lagi, mobilnya dipakai untuk pergi dan pulang kuliah saja, selain kadang untuk pergi ke mall, mengantarkan gebetannya belanja. Teman yang lain yang fanatik dengan oli Z, alasannya mungkin; ingin tarikan mobilnya enteng dan kencang, meski harganya sangat mahal ~ but for him, it is still no problemo, membuat mesin tetap bersih, awet dan tidak rewel, sehingga mobilnya selalu dalam kondisi ready for war! Haha, dst.
Note:
Saya sampai sekarang yakin, bahwa oli pelumas mesin asli / genuine bawaan merk mobil (misal: dari Toyota, Honda, Nissan dll.) adalah yang terbaik / optimal bagi mesin-mesin mobil produksinya, mengingat sebelumnya sudah menjalani banyak penyiksaan melalui test-test yang berat dan super ketat serta dinilai lulus uji test dari pihak pabrikan & Partners.
Persoalannya, tapi mengapa beberapa pemilik mobil pada beralih memakai oli dari merk lain? Setelah saya pikir-pikir sejenak, ini menurut saya loh, masalah sebenarnya bukan pada sudah optimal atau bukan, melainkan mereka yang beralih ternyata lebih menginginkan yang maksimal! Yang sesuai dengan karakter gaya mengemudi mereka, haha...


Langkah-langkah sederhana dalam memilih oli pelumas mesin yang sesuai dengan karakter mobil:
  1. Cek tahun produksi mobil Anda.
  2. Tentukan API Service / Commersial melalui bagan di atas. Misal: Toyota Soluna tahun 2000, maka API Service yang sesuai adalah: SJ / SL / SM / SN (lihat ilustrasi API Service Classification di atas). Yang paling masuk akal adalah: anggap saja, SL.
  3. Tentukan oli pilihan. Karena sudah berumur 12 tahun, dapat dipastikan diam-diam sudah banyak menyimpan kerak / deposit, maka pilihan yang tepat adalah: anggap saja, oli full sintetik.
  4. Cari oli di toko oli kepercayaan, dalam soal ini oli full sintetik dengan API Service SL. Pilih SAE grade yang moderate, misal: 10W-40.
  5. Bila sudah dapat, ambil oli dengan harga termurah / low price dari berbagai merk yang tersedia.
  6. Segera ganti oli lama dengan oli yang baru Anda beli.
  7. Pantau bagaimana: bunyi mesin, getaran dalam kabin, reaksi dan rasanya, saat: stasioner, berjalan langsam, berakselerasi, lamanya pencapaian kecepatan tertinggi, serta pengaruh terhadap konsumsi BBM, (termasuk reaksi calon mertua, haha).
  8. Gunakan oli tersebut sampai + 2,000 KM, sebelum mencoba merk lain.
  9. Ulangi langkah 1 s/d 8 dengan oli merk lain, dengan harga menengah.
  10. Ulangi langkah 1 s/d 8 dengan oli merk lain, dengan harga premium.
  11. Dari 3 kali percobaan di atas, Anda sudah dapat mulai memperkirakan oli pelumas mesin mana yang paling sesuai dengan karakter mobil Anda. Tepatnya karakter Anda dalam mengemudi. Haha.
  12. Selesai.
Note:
Percobaan di atas boleh saja Anda lakukan berapa kali dengan berbagai merk, sampai Anda merasa yakin dan puas dengan pilihan temuan Anda. Yang penting hindari dengan sengaja mencampur / mengoplos oli dari berbagai merk, karena masing-masing merk telah memiliki formula masing-masing yang belum tentu cocok satu sama lain bila dicampur / blending.



Good Luck & Peace!






TIPS & TRIK MENGGANTI SENDIRI OLI MESIN MOBIL ANDA.


Suatu saat Anda akan terheran-heran bila mendengar (pertama kali) orang Medan membawa mobilnya ke bengkel, lalu teriak kencang-kencang, "Lae, aku mau ganti mesin keretaku ini! Kau gantilah secepatnya!" Haha. Komen teman saya, sudah teriak salah lagi, memangnya ganti mesin bisa cepat-cepat???
Ganti mesin (istilah orang awak) atau ganti oli (oli mesin) menurut istilah pada umumnya, memang wajib rutin dilakukan. Sebab sekali terlambat ganti oli, alamat siap-siap ganti mesin dalam arti kata yang sebenarnya. Bukannya ingin menakut-nakuti, tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan memang begitu adanya. Jadi? Katakan WOW! sambil koprol..., haha.


Oil engine circulation system. (source: Encyclopedia Britanica).

Sekedar refresh tentang batasan KM penggatian oli mesin (atau silakan baca di link: Tips & Triks sederhana, Agar Mobil Anda Selalu Tampil Awet Muda) , sbb:

Batas ganti oli mineral: + 2,500 KM jarak tempuh.
Batas ganti oli semi synthetic: + 5,000 KM jarak tempuh. 
Batas ganti oli fully synthetic: + 7,500 KM jarak tempuh.
Note: 
Batas ganti oil filter, setelah pemakaian 2X ganti oli.
Cara paling mudah untuk mengingat kapan harus mengganti oli mesin, yaitu dengan melakukan RESET pada sub odometer setiap kali ganti oli baru. Lalu ketika KM jarak tempuh sudah terpenuhi, maka jangan menunda waktu untuk segera mengganti oli mesin mobil Anda.

Bicara tentang Sub odometer, saya teringat dengan kebiasaan lama saya yang sering me-reset-nya dalam rangka untuk mengukur konsumsi BBM secara akal-akalan, yaitu: dengan mengisi tangki BBM secara penuh atau istilah awam full tank. Setelah mencapai jarak tertentu, saya mengisi tangki BBM lagi secara full tank. Dari jumlah BBM yang diisikan, maka saya mendapatkan data empiris berapa kira-kira konsumsi BBM mobil saya, dengan cara membagi jarak tempuh dengan isi BBM yang harus saya isikan. Karena bosan sendiri, akhirnya sub odometer itu saya fungsikan sebagai catatan untuk penanda kapan saya harus mengganti oli mesin, mengingat catatan kecil/ tempelan stiker semacam stiker label/ Post-it yang saya buat sering hilang, haha.

Waste oil suction machine.
Ganti/ tapping oli mesin mobil, sebenarnya ada 2 metode, yaitu:
  1. Menguras melalui baut tap oli/ engine oil tapping screw. Umumnya menempel pada bodi bak oli/ oil pan di kolong mobil. 
  2. Menguras dengan cara menyedotnya menggunakan waste/ used oil suction machine, melalui lubang deep stick oil.
Untuk metode 2, suka tidak suka hanya bisa dikerjakan di bengkel kepercayaan langganan, sedangkan metode 1 bisa dikerjakan sendiri, bila tidak merepotkan. 




Bila akan dikerjakan sendiri, maka ada tahapan-tahapannya, sbb:

PERSIAPAN:

Tempat. Cari tempat yang datar, berlantai keras dan terang benderang.
Menyediakan oli baru. Pastikan isinya cukup (misal: 1 botol oli mesin isi 4 liter, untuk tipe sedan) dengan spesifikasi yang sesuai (misal: SAE 10W-40 SM/CF ~ API Service) dan produknya ASLI!

Oli palsu sangat berbahaya bagi mesin mobil Anda!   

Note: 
Oli palsu berpotensi membuat mesin mobil Anda akan "hancur lebur jadi debu", dalam waktu singkat.
Cara yang aman mendapatkan oli asli (yang saya praktekkan dan belum pernah mengecewakan saya sampai sekarang), yaitu: membeli oli merk tertentu di POM bensin, membeli di hypermarket (misal: ACE Hardware, Carrefour, Lotte Mart ~ d/h Makro, Giant, Hypermart), di bengkel-bengkel resmi mobil Anda atau di toko-toko khusus oli: TODA, Shop & Drive.
Es Jus.
Dulu, saya sering mampir ke toko/ bengkel langganan khusus oli. Setiap pelanggan yang ganti oli di situ, selalu diberi kesempatan oleh pemiliknya untuk melihat sendiri, bahwa setiap botol bekas oli yang baru dibeli akan dihancurkan dulu di depan mata pembeli, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam karung. Berhubung tempatnya sekarang jauh dari rumah, maka saya tidak pernah lagi mampir ke sana.

Menyediakan alat-alat dan perlengkapan tambahan, yaitu: dongkrak, wadah untuk oli bekas (misal: ember plastik tanggung), koran bekas rangkap, tas plastik kresek, lap kering, kunci ring yang sesuai (hindari menggunakan kunci pas / kunci inggris, karena kepala baut tap oli rawan dol ~ kalau sudah dol akan sangat merepotkan dan part genuine-nya sangat sulit dicari di pasaran), kertas tissue, corong (kalau tidak ada, bisa dari bekas botol air minum mineral yang dipotong kira-kira 1/4 di bagian atas).


PRAKTEK PELAKSANAAN:

Letakkan mobil pada tempat yang datar (misal di garasi / carport) dan terang benderang.
Pastikan dulu, mesin mobil sudah dalam keadaan dingin dan diam di tempat lebih dari 3 jam, agar semua oli yang tersebar di seluruh bagian mesin turun dan terkumpul di bak oli.
Tarik rem tangan dan pastikan rem tangan sudah diaktifkan dengan baik, agar saat didongkrak mobil tidak meluncur ke bawah. Lebih mantap lagi, ganjal roda belakang dengan batu atau kayu agak besar.
Buka kap mesin dan pasang batang penyanggahnya, lalu  buka tutup oli yang umumnya di area tutup mesin / engine cover. Lap tutup oli dan area sekitar lubang tutup oli sampai bersih.
Dongkrak bagian depan mobil Anda, kira-kira di tengah antara roda-roda depan. Pasang kepala dongkrak di tempat yang kuat dan aman, jangan keliru mendongkrak di bagian radiator mounting / bak oli mesin / bodi mesin & transmisi, sebab semuanya bisa langsung ambrol.
Setelah bagian depan mobil sudah terangkat secukupnya, pastikan kondisi mobil benar-benar fix dan tidak goyang, kemudian cek apakah sudah memungkinkan sebagian badan Anda bisa masuk ke dalamnya, untuk ngolong. Khusus mobil-mobil MPV yang berpostur tinggi, pekerjaan dongkrak-mendongkrak ini tidak diperlukan lagi.
Gelar koran bekas rangkap di kolong mobil, sebagai alas untuk Anda ngolong.
Cari dan temukan baut tap oli, umumnya di area bodi bak oli mesin yang terbuat dari cetakan press plat besi atau aluminium die casting.
Setelah ketemu bersihkan area kepala baut tap oli dan taruh ember di sebelahnya.
Buka baut tap oli dengan kunci ring yang sesuai. Karena terpasang agak kencang, maka untuk membukanya bantulah dengan sedikit pukulan tangan (jangan pakai palu) dengan arah searah putaran jarum jam / clok ways (CW).
Setelah baut agak kendor, taruh ember tepat di bawah baut tap oli. Lalu putar dan buka baut oli dengan tangan sampai terlepas, maka oli akan langsung mengucur deras ke ember.
Bersihkan baut tap oli dari kotoran dan oli bekas dengan lap kering.
Tunggu oli mesin menetes sampai titik oli penghabisan, kira-kira dibiarkan menetes 1 s/d 2 jam.
Note:
Belahan oil filter.
Di bengkel mobil, biasanya disemprotkan udara dari kompressor untuk mempercepat pengurasan oli mesin, tetapi hal ini akan membuat mesin mobil anda sangat rawan kemasukkan air dari kompressor, bila filter pemisah air dari kompressor / drier kurang bekerja dengan baik / sudah "kotor".
Bila sudah saatnya ganti oil filter, maka buka oil filter dengan special tool.
Usahakan untuk menggunakan oil filter genuine, karena performance daya saring oli sangat penting dalam hal ini. Bila terpaksa memakai yang non genuine, pastikan spesifikasinya sama dan merupakan produk dari merk andalan dan terpercaya.
Pasang filter baru kembali dengan special tool.

Setelah oli diperkirakan benar-benar "kosong", maka Anda kembali ngolong untuk membersihkan area lubang baut tap oli dengan lap kering.
Pasang kembali baut tap oli dengan bantuan tangan, putar baut masuk ke dalam sampai kira-kira separuhnya. Arah putaran berlawanan dengan arah jarum jam / counter clock ways (CCW). Pastikan baut dapat terputar dengan halus, bila tidak / agak seret, maka buka lagi dan ulangi adegan putar-memutar ini, sampai Anda yakin baut tap oli dapat masuk dengan halus.
Kencangkan baut tap oli secukupnya dan untuk memastikan kekencangannya tambahkan satu pukulan dengan tangan dengan arah CCW.
Pastikan tidak ada lagi oli sisa bekas yang merembes di area kepala baut tap oli dengan kertas tissue bersih, dengan melapnya beberapa kali.
Pasang corong di mulut lubang pengisian oli mesin.
Buka tutup botol oli baru dan segera tuangkan ke dalam mesin melalui corong. Tunggu oli menetes sampai tetes oli penghabisan.
Lap sisa tetesan oli sampai bersih, kemudian pasang kembali tutup oli mesin dan rapatkan secukupnya.
Kembali ngolong, untuk cek apakah ada rembesan oli di sekitar area kepala baut tap oli dengan bantuan kertas tissue bersih.
Ujung Deep Stick Oil.
Setelah semuanya OK, cek ketinggian oli dengan membuka deep stick oli. Bila ternyata kurang, tambahkan sampai dalam range batas-batas normalnya.
Tutup kembali kap mesin.
Bereskan koran bekas, ember berisi oli bekas dan peralatan-peralatan lain yang ada di kolong mobil.
Melepas dongkrak untuk menurunkan mobil.
Singkirkan dongkrak dkk., termasuk ganjal batu / kayu (bila ada) dari mobil.
Menyalakan mesin, agar oli baru tersebar merata ke semua bagian mesin. Tidak usah kaget (nanti jantungan), bila saat mesin di start ada asap oli yang mengebul dari ujung knalpot. Itu hanya sisa oli yang ikut terbakar di ruang mesin. Setelah beberapa saat kebulan oli akan hilang lenyap tak berbekas.
Geser mobil dari tempat semula.
Setelah cukup, matikan mesin kembali dan segera bereskan dan kembalikan semua peralatan ke tempatnya.
Reset sub odometer ke angka nol kembali.
Kumpulkan kertas koran dan tissue bekas ke dalam tas kresek untuk di buang.
Bersihkan area lantai dari tetesan oli dan kotoran lain. 
Buang oli bekas di ember ke tempat yang aman.

SELESAI.



Good Luck & Peace!