Translate

Sunday, April 8, 2012

TIPS & TRIK SEDERHANA MENAKLUKKAN TANJAKAN


Menaklukkan tanjakan, cukup membuat sebagian besar orang berkeringat dingin dan grogi, tapi bagi sisanya mungkin dianggap biasa-biasa atau bahkan seperti mainan anak-anak. Ya syukurilah. Jalan tanjakan tidak akan terlalu bermasalah bila arus lalu lintasnya sedang lancar, Anda tinggal menekan pedal gas, “ mak juss...” sudah terlewati deh.

Akan berbeda situasinya bila arus lalu lintas di jalan tanjakan tersebut sedang rapat padat merayap alias MACET, seperti di Jakarta yang saban hari dirundung macet atau jalur berbukit (naar boven) Puncak  di hari-hari libur. Dimana jarak antar kendaraan yang sedemikian rapat, tentunya menuntut konsentrasi penuh dan kehati-hatian ekstra. Bagaimana tidak STRESS jack..., tidak sengaja mundur/ melorot sedikit saja sudah, gubraaak!

Berbincang tentang tanjakan, sebenarnya terdapat 2 macam tanjakan, yaitu:

1. Tanjakan landai, mudah dijumpai di jalan-jalan kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dll.
2. Tanjakan curam, mudah dijumpai di jalan-jalan daerah pegunungan, seperti Puncak, Batu, dll.

Faktor yang paling berperan dalam sukses tidaknya menaklukkan tanjakan dengan arus lalu lintas rapat padat merayap, yaitu; rem tangan/ hand brake. Selain itu tenaga mesin, kemampuan kopling, rem roda dan bobot kendaraan (total berat: mobil+orang+barang).

Tenaga besar, kopling galak dan rem mantap bukanlah jaminan 100%, bahwa mobil bakal sukses menaklukkan tanjakan, bila cara memainkan rem tangan si pengemudi belum lihai. Akibatnya, tanpa disadari ia terlalu sering memainkan ½ kopling (istilah umum: menggantung kopling) bersamaan saat melepas rem tangan. Jadi tidak heran jika akhirnya mobil kandas di tengah-tengah tanjakkan akibat kopling hangus terbakar. Hal ini tentu makin menyusahkan banyak orang dan lalu lintas akan semakin macet, ditambah lagi kantong bakal terkuras habis untuk membereskannya.

Menanjak dalam kondisi macet dengan memainkan ½ kopling secara terus-menerus, baik disadari atau tanpa disadari, sangat tidak dianjurkan. Berbahaya, karena kopling bakal cepat panas dan dalam tempo singkat akan hangus terbakar/ jebol. Begitu pula dengan keadaan bobot kendaraan yang terlalu berat. Mesin yang sudah kepayahan bakal ngelitik dan bergetar hebat lalu mati. Karena mati-mati melulu kehabisan tenaga bila dipaksa terus, maka akhirnya kandas juga. Jadi solusinya harus bagaimana dong?

Visual tongkat pemindah gigi, Manual Transmission (MT) dan Automatic Transmission (AT).

Solusinya, yaitu:
  1. Memastikan mobil selalu pada tenaga puncaknya dengan memakai gigi 1 atau 2, untuk transmisi manual (MT) dan gigi pada posisi L1, untuk transmisi otomatis (AT).
  2. Memainkan rem tangan seefisien mungkin.
  3. Menghindarkan pemakaian 1/2 kopling pada mobil MT, karena cara ini dapat menghanguskan kopling dalam sekejap, atau menghindarkan gejala kurang tenaga pada mobil AT, karena salah memainkan rem tangan, yang berakibat mobil Anda bergerak melorot saat menanjak.

Ada 2 cara memainkan rem tangan saat mengalami kemacetan di tanjakan, yaitu:

1. Cara lama/ umum:  (Ciri utama, rem tangan dilepas dulu)

Untuk MT: Rem tangan berangsur-angsur dilepas bersamaan dengan tapak kaki melepas pedal kopling dulu, sambil tapak kaki lainnya menekan pedal gas, untuk bergerak maju.

Untuk AT: Rem tangan berangsur-angsur dilepas bersamaan dengan tapak kaki menekan pedal gas, untuk bergerak maju. 

Kekurangan dari cara ini; perlu konsentrasi tinggi agar timing melepas kopling pas dengan saat melepas rem tangan (melelahkan, perlu jam terbang lama agar lihai), adanya jeda waktu membuat mobil dengan MT mengalami gejala main ½ kopling (kopling tidak awet), mobil bakal melorot ke bawah dulu bila timing tidak pas (kelihatan norak dan tidak cool sama sekali).

2. Cara baru (lebih cool & efisien): (Ciri utama, rem tangan ditahan dulu)

Untuk MT: Rem tangan ditahan dulu. Kemudian tapak kaki melepas pedal kopling secara penuh, sambil tapak kaki lainnya menekan pedal gas seperlunya agar mesin tidak mati. Ketika terasa ada sedikit tenaga sentakan mobil akan bergerak maju, barulah rem tangan dilepas.

Untuk AT: Rem tangan ditahan dulu. Kemudian tapak kaki menekan pedal gas sampai terasa ada sedikit tenaga sentakan mobil akan bergerak maju, barulah rem tangan dilepas

Kebaikan dari cara baru ini; mudah dan logis, untuk menguasainya tidak dibutuhkan waktu lama, tidak perlu konsentrasi-konsentrasian (bisa sambil nyanyi-nyanyi kecil,  tidak mudah lelah), gejala ½ kopling hilang (kopling awet), mobil MT atau AT tidak perlu melorot-melorot lagi (kelihatan lebih jago nyetirnya dan lebih cool).
Note:
Rem tangan bukan aksesories. Fungsinya sangat penting, tidak untuk saat parkir saja, melainkan untuk menaklukkan jalan tanjakan dengan kondisi padat merayap.
Mengingat fungsi rem tangan yang sangat penting, maka setelan dan perawatannya harus rajin diperhatikan agar selalu tampil prima.
Ketika naar boven, selalu perhitungkan tenaga mobil terhadap bobot muatan. Usahakan tenaga mobil selalu lebih besar dari bobot muatannya.
Agar mobil selalu bertenaga dan Anda tampil cool saat naar boven, disarankan memakai BBM dengan angka RON (mobil bensin)/ angka CETANE (mobil diesel) level tertinggi, misal Pertamax 95/ Pertamina DEX (Petamina), Performance 95/ Performance Diesel (Total), V Power/ Super Extra/ Diesel (Shell). Setelah itu boleh kembali lagi memakai BBM lama, misal; premium (RON 88)/ Solar biasa.

refreshing...





Good Luck & Peace!






19 comments:

Anonymous said...

Terima kasih mas bro. Dari sekian artikel yang saya baca baru ini yg masuk diakal.. mengatasi tanjakan macet. ternyata memang harus menggunakan rem tangan.

Anonymous said...

Terimakasih gan

zaki vika said...

joss gandos deh trick n tipsnya juragan! sangat bermanfaat buat para driver pemula seperti saya, yg selama ini suka main stengah kopling saat menanjak di kota BATU - Malang. ehh ndak taunya efeknya buruk skali pada kampas kopling jadi cepet aus.. bener bgitu ya gan? untung sy sdh tau ilmunya dari sini. hehehe

matur nuwun (terima kasih banyak)

zaki vika said...

owalah ternyata metode berhenti menanjak dg 1/2 kopling+gas itu gak baik ya gan. ckckck.. untung sy segera mengetahui ilmunya dari sini yaa. kalo engga bakal brabe sy buat perbaikan kampas kopling. ckckck

buat sharing ilmunya,
terima kasih banyak gan

Agus Suryanto said...

matur nuwun boss, saya sebagai pengguna baru mobil mendapat pencerahan dengan cara atasi tanjakan-tanjakan di Yogya yang beberapa cukup tinggi di jembatan layang.....josss

Rahmatul lail said...

Gan maksdnya "lepas kopling secara penuh" apa yah? Dilepas gitu aja apa gimana?

Seno S. said...

Halo Pak. Untuk transmisi manual memang kopling harus dilepas penuh (injakannya maksudnya) sambil agak di gas sedikit agar mesin tidak mati (bila diingat, hal ini mirip saat kita mau start jalan dari posisi berhenti/ netral). Sambil pedal gas dengan kalem terus ditekan lebih dalam dan begitu terasa ada sentakan tenaga ke atas, maka baru rem tangan dilepas. Dengan demikian kendaraan tidak sempat melorot dan mampu bergerak menanjak dengan halus. Demikian Pak Rahmat semoga jawaban ini berkenan. Trims.


Siswanto said...

Tanya pak, ketika sedang ada tanjakan yg cukup panjang, semula dgn gigi 3, namun ternyata di tengah tanjakan dirasa tidak cukup kuat. Pertanyaannya : bolehkah mengoper ke gigi 2 pada saat berada di tengah-tengah tanjakan ?

Seno S. said...

Bila kondisi di atas dipaksakan maka mesin akan tersiksa menggelitik kekurangan tenaga. Jadi boleh sekali Pak Sis langsung over ke gigi yg lebih rendah dan ini cara yang benar, bahkan bila terasa masih kurang tenaga juga bisa langsung ke gigi 1 yg sebenarnya merupakan benteng terakhir untuk menaklukkan tanjakan ybs.
Terima kasih.

Anonymous said...

Kalau mobil mengalami banyak getaran gimana?maksudnya saat ingin berhenti.yang harus dilakukan apa?

Seno S. said...

Getaran yg dahsyat berasal dari mesin yg kehabisan tenaga saat menanjak dan bila sdh pada posisi benteng terakhir atau gigi 1, maka terpaksa kendaraan hrs berhenti utk menghindari mesin jebol. Caranya: tepikan kendaraan dulu pada jalur aman lalu tarik rem tangan sekuatnya sampai mentok (boleh plus ban belakang diganjal dg balok atau batu besar sbg tambahan agar kendaraan tdk melorot), baru mesin di matikan. Tambahan: agar kuat nanjak lagi, maka beban hrs dikurangi misalnya sebagian penumpang terpaksa ngalah turun dulu sementara. Trims.

Maruto Del Potro said...

Wah ini tulisan yg sy cari, kamarin nyaris apes dan sempat panik ketika bau hangus kopling tercium ktika lewat tanjakan panjang di sialing padang yg lg macet, untung kjadian mndekati ujung tanjakan, huff,mestinya kita harus tahu dulu ya trik ini. Tapi sptnya baiknya sering latihan dulu mainkan kombinasi rem tangan sebelum melahap tanjakan panjang yg macet dan stop n go. Trism min. Oh ya gimana trik untuk atasi jln menurun yg macet. Kemarin jg saya sering injak kompling jd mobil tetap bergerak maju mesti gas udh diinjak habis.

Seno S. said...

Perlu banyak latihan juga lebih baik dan yg perlu diingat rem tangan harus sehat & berfungsi sangat baik. Lalu bgmn dg turunan yg macet? Wah ini pertanyaan yg menarik. Ada 3 alat bantu rem, yaitu: engine brake, rem kaki & rem tangan. Utk transmisi tipe AT akan menjadi hal sederhana, yaitu posisi gigi pada L1 atau 1, lalu tinggal mainkan rem kaki dan kalau kaki pegel atau rem terasa kurang kuat bisa dibantu dg rem tangan. Kalau utk tipe MT agak repot ya, haha. Tapi gak usah keder duluan atur posisi shift lever pada gigi 2 (kalau gigi 1 mesin bakalan mati-mati terus)dan utk mengatasi macet/ stop & go di turunan tinggal injak & lepas kopling diikuti rem kaki sesuai kebutuhan. Bila rem kaki terasa kurang mumpuni bisa dibantu dg rem tangan.
OK, selamat mencoba. Trims.

Unknown said...

Maaf sedikit tanya, setahu saya kalau kondisi mobil diam dengan rem tangan ditarik, lalu pedal kopling dilepas penuh, mesin akan langsung mati. kalau pengalaman saya, mirip trik yg disampaikan diatas, hanya pedal kopling tidak dilepas penuh (mungkin hanya sekitar 50%) sehingga masih bisa selip dan mesin tidak mati, setelah itu dilanjutkan injak pedal gas sampai mobil terasa maju, dan terakhir lepas tuas rem tangan. Kalau salah moohon dikoreksi, terimakasih.

Seno S. said...

Sebenarnya inti/ substansi dari posting yg saya tulis di atas adalah bagaimana mobil bisa bergerak menanjak dengan baik tanpa melorot dan tanpa efek setengah kopling (khusus mobil MT) saat menanjak pada kondisi lalu lintas macet parah.
Efek setengah kopling sangat berbahaya, karena gesekan parah yang ditimbulkannya bisa membuat kopling segera rusak hangus terbakar, sehingga mobil terpaksa kandas di tanjakan.

Mungkin ilustrasi berikut dapat membantu:
Saat lalu lintas macet sampai membuat mobil kita berhenti di tanjakan terjal, maka tindakan paling afdol untuk mobil MT adalah:
1. Injak rem
2. Injak kopling dan pindahkan gigi ke posisi netral(lakukan 1 & 2 dengan smooth, agar mesin jgn sampai mati).
3. Agar kaki tidak pegal kelamaan injak rem, selanjutnya tarik rem tangan sampai yakin mobil kita tidak bakal melorot. Setelah itu baru injakan rem boleh dilepas.
Saat lalu lintas mulai bergerak, maka:
4. Injak kopling untuk memindahkan gigi dari netral ke posisi gigi 1. 5. Lepas injakan kopling dengan smooth.
6. Imbangi no. 5 dengan injakan gas secukupnya (lakukan 5 & 6 dengan smooth, agar mesin jgn sampai mati).
7. Saat ada dorongan mobil bergerak naik, maka lepas rem tangan dengan smooth.
Demikian seterusnya gerakan no. 1 s/d 7 bisa berulang sampai tanjakan terlewati.
Note:
Melakukan setiap step dengan smooth, dapat menekan efek setengah kopling sampai sekecil-kecilnya.
Terima kasih.

Unknown said...

Untuk MT: Rem tangan ditahan dulu. Kemudian tapak kaki melepas pedal kopling secara penuh, sambil tapak kaki lainnya menekan pedal gas seperlunya agar mesin tidak mati. Ketika terasa ada sedikit tenaga sentakan mobil akan bergerak maju, barulah rem tangan dilepas.

VS

4. Injak kopling untuk memindahkan gigi dari netral ke posisi gigi 1. 5. Lepas injakan kopling dengan smooth.
6. Imbangi no. 5 dengan injakan gas secukupnya (lakukan 5 & 6 dengan smooth, agar mesin jgn sampai mati).
7. Saat ada dorongan mobil bergerak naik, maka lepas rem tangan dengan smooth.

Statement awal anda cukup membingungkan, ... ternyata yg dimaksud adalah cara yg sudah umum dipake .... sudah rahasia umum ...

Seno S. said...

Kalau sudah menjadi RHS umum, mengapa di lapangan masih sering terjadi mobil MT melorot dulu saat akan bergerak menanjak atau pada kandas di tanjakan krn kopling gosong dengan bau sangitnya yg khas? :)

sherif Byan said...

maaf gan biar lebih jelas saja.. jadi ketika "Rem tangan ditahan dulu. Kemudian tapak kaki melepas pedal kopling secara penuh, sambil tapak kaki lainnya menekan pedal gas seperlunya agar mesin tidak mati." (bukankah kalo kopling dilepas penuh justru mesin akan mati...??) mohon pencerahannya gan..

Seno S. said...

Haha, memang jelas syusyah kalau dijelaskan pakai kata-kata.
Singkatnya lakukan seperti ketika mobil MT mau start jalan.
Ya mirip itu. Trims.