Translate

Friday, July 20, 2012

TIPS & TRIK OPTIMALISASI SOUND SYSTEM BAWAAN ASLI MOBIL, Part 2.

Bagian 2 / 2 ~ habis.


Senos Blog
Setelah memiliki secuil pengetahuan (lihat Optimalisasi Sound System Bawaan Asli Mobil. Part 1), tentang pengetahuan dasar / apa dan bagaimana sound system mobil, kini saatnya menuju ke aplikasinya, berupa tahapan-tahapan optimalisasi sound system bawaan asli mobil Anda, sbb:

1. Mencari tahu dan mencatat apa saja yang menjadi kekurangan dari sound system mobil Anda, mulai dari HU, ampli, speaker, sistem koneksi dan sistem akustiknya.
Note:
Bila mobil Anda bukan termasuk golongan mobil canggih kelas premium, maka dapat diduga pada sound system bawaan aslinya, umumnya belum dilengkapi dengan ampli dan subwoofer.

HU untuk jenis mobil ganggih kelas "tanggung", umumnya cukup berkelas dan memiliki kualitas yang baik. Jadi HU asli bawaan mobil boleh Anda pertahankan pemakaiannya. Demikian pula dengan speaker-speaker yang ada.

Penempatan standard untuk speaker-speaker yang ada, pada mobil jenis ini, umumnya di ujung bawah panel-panel pintu depan dan belakang (type non sedan) atau di ujung bawah panel-panel pintu depan dan di atas rak di belakang kursi jok belakang (type sedan).

Sedangkan untuk tweeter, pada beberapa jenis mobil sudah ada yang sudah dipasang di area pilar A. Bila Anda tidak menjumpainya, berarti bisa diduga speaker-speaker yang dipakai pada mobil Anda berjenis coaxial.


2. Buatlah perkiraan secara skematis bagaimana susunan dari sound system mobil Anda. Misalnya seperti di bawah ini:


 DESAIN AWAL


Note:
Anggap saja desain awal dari sound system bawaan asli mobil Anda secara skematis seperti diagram diatas.

Desain awal yang sederhana ini memiliki HU dengan ampli built in, umumnya berdaya 100W, yang cukup untuk drive 2 unit 2 way split speaker dan 2 unit 3 way coaxial speaker.

Untuk optimalisasi sound system bawaan asli mobil, yaitu: HU, split speaker dan coaxial speaker, keberadaannya sebisa mungkin tetap dipertahankan dalam rangka juga untuk optimalisasi biaya. Jadi penyesuaian spesifikasi perangkat tambahan (ampli, subwoofer, kabel, dll.), akan dilakukan mengacu pada perangkat sound system bawaan asli mobil.


3. Menpelajari apa yang sudah di catat di atas untuk dikembangkan lebih lanjut, hingga sound system mobil Anda bisa lebih optimal.

4. Memilih tujuan akhir konsep optimalisasi sound system mobil yang Anda inginkan, misal: SQ/ SQL/ SPL atau bahkan ICE (In Car Entertainment).
Note:
Menurut saya yang paling afdol sebelum menuju akhir/ final konsep sound system mobil Anda, Anda bisa melakukan optimalisasi ini secara bertahap sambil mengasah terus pengalaman dan melakukan perbaikan-perbaikan pada tahap berikutnya. Misal: tahap pertama Anda cukup sampai pada Desain #1, seperti di bawah ini. Tahap optimalisasi berikutnya Anda bisa menggunakan Desain #2. Jika Anda ingin lebih optimal lagi Anda pun bisa menggunakan Desain #3, dst. Sampai Anda menemukan sound system yang paling optimal buat mobil Anda. 

Dengan cara tahapan ini, akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk mempelajari berbagai kekurangan yang terjadi (misal: masih terjadi noise di beberapa area, tata letak yang kurang bagus, pemilihan perangkat keras yang kurang cocok, dll.) untuk diperbaiki pada tahap berikutnya.



DESAIN #1



Note:
Desain #1, merupakan pengembangan paling sederhana dari desain awal dengan menambahkan Ampli 4 Channel dan subwoofer.

Keberadaan perangkat sound system bawaan asli mobil, yaitu: HU, split speaker dan coaxial speaker, tetap dipertahankan.



DESAIN #2



Note:
Desain #2, merupakan pengembangan belum terlalu rumit dari desain awal dengan menambahkan Ampli 4 Channel, 2 subwoofer, dan Ampli monoblock untuk drive 2 subwoofer.

Keberadaan perangkat sound system bawaan asli mobil, yaitu: HU, split speaker dan coaxial speaker, tetap dipertahankan.



DESAIN #3



Note:
Desain #3, merupakan pengembangan menuju tingkat advanced dari desain awal dengan menambahkan Ampli 4 Channel, 2 subwoofer, Ampli monoblock untuk drive 2 subwoofer, 2 woofer, 2 midrange dan active X'over.

Active X'over, merupakan alat pemilah dan pemisah frekwensi dari HU, agar setiap speaker dapat beroperasi secara maksimal pada range frekwensinya masing-masing.

Keberadaan perangkat sound system bawaan asli mobil, yaitu: HU, split speaker, tetap dipertahankan. Sedangkan coaxial speaker, terpaksa pensiun digantikan oleh 2 woofer dan 2 midrange.


5. Setelah mantap dengan konsep yang dipilih, segera membuat daftar: belanjaan dan mencari informasi tempat bengkel audio yang mumpuni, baik dari majalah, koran, teman, saudara, internet, maupun hunting di seluruh penjuru kota.

6. Setelah menemukan bengkel audio yang mumpuni dan terpercaya, segera sampaikan dan konsultasikan konsep optimalisasi Anda dengan instalatur ahli yang ada disana.

7. Setelah Anda merasa cocok dengan hasil diskusi dengan instalatur ybs. serta sudah merasa cocok dengan tawaran harga yang diberikan, maka proyek bisa segera dimulai. Jangan lupa minta garansi untuk jaga-jaga apabila ada kerusakan perangkat/ komplain kekurangpuasan dari pihak Anda.

8. Pastikan dead line proyek bisa selesai dan jangan segan-segan untuk ikut mengawasi hasil pekerjaannya.

9. Setelah proyek selesai dan tidak ada lagi yang perlu dikoreksi atau dikomplain, maka dijamin Anda akan merasa lebih betah dan lebin bangga dengan mobil Anda, terutama pada sound systemnya.

S E L E S A I


INTERMEZO:


Sedikit mengenal Box untuk subwoofer.

free air
Beberapa type subwoofer memang dirancang secara desain teknik membutuhkan box dalam pengoperasiannya, ada juga yang tidak memerlukan box atau free air atau Infinite Baffle Subwoofer. Jenis free air ini diletakkan menggantung di bagasi mobil, umumnya pada jenis sedan. 
Plus: lebih praktis karena tidak perlu repot-repot membuat box dulu dan menghemat tempat. 
Minus: frequency response kurang bagus, suara bass kurang powerfull, dinding bodi di sekitar bagasi harus diperkuat secara total dengan lapisan peredam getaran.
Note:
Beberapa alasan mengapa subwoofer dimasukkan ke dalam box, yaitu:

Getaran bass bersifat menyebar ke segala arah. Untuk memperkecil terjadinya noise yang berupa getaran pada beberapa bagian mobil (misal pada: dinding-dinding pintu, panel pintu, atap mobil, dashboard, firewall, dinding pembatas bagasi (sedan) atau pintu belakang (MPV), dll., yang mengalami resonansi pada jangkauan frekuensi subwoofer), maka digunakan box.

Untuk mempermudah penempatan subwoofer di dalam mobil, sehingga mudah dipindah-pindahkan pada berbagai tempat, dalam rangka untuk mendapatkan letak dan posisi yang menghasilkan suara dentuman bass paling bagus bagi pendengarnya.

Sesuai dengan desain teknisnya, agar subwoofer bisa beroperasi dengan baik, sehingga mampu  mengeluarkan suara bass terbaiknya.

Untuk memperkuat suara bass yang keluar, agar lebih powerfull dan tidak boros listrik.



Macam-macam desain subwoofer box:

beberapa desain subwoofer box: sealed, ported, bandpass, isobaric
Note:
Semua jenis subwoofer box ini, dipasarannya ada yang bikinan pabrik ber merk tertentu, ada juga yang handmade.

Pemasangan subwoofer box di mobil harus dengan terikat ekstra ketat pada dudukannya, selain untuk mengurangi noise, juga agar box tidak "lari" kemana-mana yang memungkinkan kabelnya bisa copot / putus.

sealed box
Sealed: atau Acosutic Suspension Box, merupakan bentuk box yang paling sederhana dan tertutup rapat.
Plus: mudah dibuat, perhitungan dan pembuatan box sederhana, keluaran tenaga kuat dengan respon tepat karena frequency response lebih terkontrol.
Minus: effisiensi terbatas/ boros listrik.







ported box
Ported: merupakan box yang memiliki paling tidak satu lubang/ port. Prinsip kerjanya dengan memanfaatkan backwave melalui setting port agar dapat saling memperkuat dengan frontwave, sehingga menghasilkan gempuran suara bass yang lebih kuat dan mantap.
Plus: efisiensinya lebih bagus sehingga lebih sering digunakan orang, cocok untuk SQL/ SPL.
Minus: perhitungan dan pembuatan box lebih rumit, tidak ada tuning frequency response mengingat setting portnya sudah menekankan pada frekuensi tertentu.



bandpass box
Bandpass: merupakan box mirip ported, yang dibuat untuk mendapatkan area/ band frekuensi tertentu dengan cara membuang frekuensi yang ada di bawah band dan di atas band.
Plus: suara bass sangat optimal pada frekuensi bandpass.
Minus: membutuhkan ruang yang lebih besar, tingkat kesulitan dalam perhitungan dan pembuatan box relatif tinggi.






isobaric box






Isobaric: memasang lebih dari satu (biasanya dua) subwoofer pada box kecil. kedua subwoofer bekerja secara tandem, sehingga kadang keduanya bergerak satu arah dan kadang berlawanan arah.  
Plus: suara bass lebih berkualitas.
Minus: perhitungan & pembuatannya sangat rumit, boros listrik.



 




hanya untuk KONTES


Sebenarnya masih ada sedikit langkah kecil dalam mengoptimalkan sound system mobil Anda, tapi efeknya bisa membuat hobi mendengar musik Anda lebih mantap dan terpuaskan. 

Kadang telinga “sensitif” penyuka musik sering menangkap suara-suara janggal semacam noise berupa suara pecah/ sember. Terus terang hal inilah yang sering dijumpai dan bukan oleh karena sound system-nya jelek. Jadi tidak usah terburu-buru dulu pergi ke “tukang betulin speaker”! apalagi ke dukun santet! Haha...
Penyebabnya sebenarnya sederhana saja, yaitu: pemasangan speaker-speaker bawaan asli mobilnya kurang terikat rapat/ ketat erat pada dudukannya. Maklum waktu perakitannya di pabrik dikerjakan oleh para operator biasa yang bukan ahli sound system, tentu saja.


Upaya perbaikan kecil di atas sebenarnya bisa dikerjakan sendiri, yaitu:
penambahan lem silikon.
  1. Menyediakan peralatan secukupnya, yaitu berupa: obeng, kunci pas/ ring, lem silikon, lem super (super glue/ power glue), gunting kecil, cutter, foam double tape dan lakban.  
  2. Pastikan kunci mobil dalam keadaan OFF.  
  3. Membongkar dengan hati-hati bekleid/ panel pintu tempat bercokolnya speaker. Copot dengan hati-hati konektor-konektor kabel yang sekiranya harus dicopot pada saat pembongkaran, hindari cara paksa saat mencopotnya.  
  4. Bila sudah terbongkar, pegang dan periksa ketat atau tidaknya ikatan speaker pada dudukannya, dengan obeng atau kunci pas.  
  5. Bila longgar/ kurang ketat, maka dengan hati-hati putar sekrup/ baut pengikat speaker dengan obeng atau kunci pas/ ring sampai seketat mungkin, tapi jangan sampai dol.  
  6. Setelah dirasa sudah ketat dan erat, maka tambahkan ikatan pada sekrup/ baut pengikat tadi dan sekeliling speaker dengan lem silikon secukupnya.  Lalu periksa kembali konektor kabel pada speaker, siapa tahu tanpa sengaja ketarik atau terlepas dari speakernya. Demikian juga kembalikan konektor-konektor kabel yang dilepas saat pembongkaran dengan hati-hati, jangan sampai terbalik.  
  7. Sebelum memasang kembali bekleid/ panel pintu, periksa kembali di bagian dalam apakah ada bagian-bagian yang berpotensi menimbulkan getaran/ bunyi asing. Bila ada, ikat/ kunci/ ganjal dengan memakai lem silikon/ lem super/ foam double tape, pilih mana yang cocok dengan kondisi yang ada. 
  8. Bila dirasa cukup, pasang kembali bekleid/ cover bercokolnya speaker, dengan hati-hati dan cermat. Jangan dipaksa bila ada yang belum bisa masuk dengan pas pada dudukannya.  
  9. Rapatkan kembali semua ikatan bekleid/ cover dengan sebaik-baiknya, bila perlu perkuat tepian-tepian bekleid/ cover yang memang sangat berpotensi menimbulkan getaran/ bunyi asing dengan lem silikon. Oleskan lem silikon ini dengan rapi dan usahakan tersamar baik, agar tidak “merusak pemandangan”. Setelah itu tahan ikatannya dengan lakban dan tunggu sampai lem mengeras.  
  10. Lakukan tahap-tahap di atas untuk speaker-speaker yang lain.
  11. Setelah semua lem silikon dirasa sudah mengeras (+ 24 jam), maka bersihkan semua ikatan lakban dari tempatnya.  
  12. Bila semuanya sudah selesai, maka uji hasil pekerjaan Anda dengan memainkan musik ber beat tinggi, lalu pasang baik-baik telinga Anda untuk memeriksa barangkali masih ada suara asing yang muncul. Bila masih ada. segera Anda cari sumbernya dan bereskan. Biasanya timbul akibat dari pengeleman yang masih kurang sempurna.  
  13. Bila pekerjaan yang Anda lakukan “sudah sempurna”, maka suara dari sound system mobil Anda berani saya jamin akan terdengar jauh lebih “sempurna” lagi dan memuaskan daripada sebelumnya.
  14. Kumpulkan dan rapikan semua peralatan yang telah Anda pakai tadi.
  15. SELESAI.
Elvis has left the building...
Bagi Anda yang ingin cuci mata sambil iseng-iseng menambah wawasan tentang produk-produk sound car, monggo dipersilakeun mampir dulu ke laman / folder CARAUDInfO di atas.


Good Luck & Peace...!



Morseton (techno Mix) - H And M

4 comments:

Obat Kembali Gadis said...

Mengunjungi blog yang bagus dan penuh dengan informasi yang menarik adalah merupakan kebahagiaan tersendiri.... teruslah berbagi informasi

meera soekotjo said...

bos, dengan setingan spt design 3 perlu capbank nggak>?

Seno Sulistyawan S.W. said...

Trims Meera & sori baru bisa balas sekarang. Gebugan bas yang tersembur dari woofer dan terutama dari subwoofer sangat menyedot energi listrik alias boros listrik, tentunya harus disupport dengan tersedianya energi listrik yang cukup dan kontinyu. Cara mendeteksinya mudah, bila semburan bas tiba-tiba naik turun atau tersedak-sedak (pada posisi putaran volume tertentu) berarti ia mulai kekurangan energi. Untuk mengatasinya perlu suplemen tambahan, yaitu instal CP Bank. Untuk Desain #3 memang perlu pasang CP Bank.

mustian said...

buat yang sedang mencari informasi tentang instalasi audio car pasti akan bisa lebih melek setelah berkunjung di blog ini. terima kasih banyak.