Translate

Thursday, January 7, 2016

ENJOY TRIPS 5: SOLO, THE SPIRIT OF JAVA!



Jangan Lupa Baca yang Ini Juga:

Semarang. Venetie van Java!



LOKASI:

Solo adalah nama bekend dari Kota Surakarta, merupakan wilayah otonom yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota seluas + 44 Km2 dan berpenduduk + 510.000 jiwa ini dikelilingi oleh beberapa Kabupaten, yaitu: Karanganyar, Boyolali dan Sukoharjo. Di sisi timur kota ini mengalir sungai/ Bengawan Solo, yang diabadikan menjadi judul lagu keroncong terkenal di dunia.
Note:
1 Km2= 100 Ha.
Lagu keroncong Bengawan Solo diciptakan tahun + 1940, oleh Maestro Keroncong Indonesia, Gesang. Lagu ini sudah terkenal di seluruh dunia dan sudah diterjemahkan kedalam + 13 bahasa asing.

Lokasi Solo/ Kota Surakarta. Thanks to Google Earth.

RIWAYAT KOTA SURAKARTA.

Logo Kota Surakarta.
Keberadaan Kota Surakarta dimulai saat pemindahan istana/ kraton lama/ Kraton Kartosuro, oleh PB II, Raja Kerajaan Mataram Islam, ke kraton baru di Desa Solo di pinggiran sungai/ Bengawan Solo. Keadaan kraton lama ex tahun 1679 itu sendiri hancur akibat pemberontakan.
Kraton baru, diberi nama Kraton Surakarta Hadiningrat. Resmi ditempati Raja pada 17 Februari 1745. Tanggal ini lalu diperingati sebagai Hari Jadi Kota Surakarta.
Pada 13 Februari 1755, berlaku Perjanjian Giyanti yang menyebabkan wilayah Kraton Surakarta Hadiningrat terpecah dua, menjadi Kasunanan Surakarta (sunan sebagai raja) dan Kesultanan Yogyakarta (sultan sebagai raja).
Pada 17 Maret 1757, berlaku Perjanjian Salatiga yang menyebabkan wilayah Kasunanan Surakarta kembali berkurang dengan lepasnya wilayah: Kedaung, Matesih, Honggobayan, Sembuyan, Gunung Kidul, Pajang Utara & Kedu, menjadi wilayah Kadipaten. Kadipatenan sendiri dipimpin oleh seorang raja, yaitu Sunan Kuning/ Mas Garendi/ Raden Mas Said/ Pangeran Samber Nyowo atau lengkapnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro I. Sedangkan istana dan pusat pemerintahannya berada di Puri Mangkunegaran.
Setelah Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, maka kekuasaan politik kedua kerajaan sirna dan statusnya berubah menjadi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) setingkat provinsi.
DIS dibubarkan oleh pemerintah RI pada 16 Juni 1946. Status raja dari kedua kerajaan diubah menjadi rakyat biasa di masyarakat, sedangkan kedua istana diubah fungsinya menjadi pusat pengembangan seni & budaya Jawa.
Selanjutnya Surakarta menjadi Karesidenan, dengan luas wilayah + 5.700 Km2, yang meliputi Kota Praja Surakarta serta beberapa Kabupaten, yaitu: Sragen, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Boyolali dan Sukoharjo.
Pada 4 Juli 1950, Karesidenan Surakarta dibubarkan menjadi Kota Surakarta, dibawah wilayah administrasi Pemprov. Jateng.
Sejak berlakunya UU Otonomi Pemerintahan Daerah, maka Kota Surakarta berstatus Otonom yang dipimpin oleh Walikota, seperti sekarang.


JALAN-JALAN DI SOLO:

Slogan Pariwisata Solo, Since 2005
Solo bangkit terutama setelah dicanangkannya slogan baru pariwisata "Solo, The Spirit of Java" pada 2005, selain juga berkat dibukanya pintu investasi selebar-lebarnya bagi para investor, sehingga membuat Solo tumbuh pesat menjadi kota besar dan modern, full bening full kinclong!
Kebangkitan Solo bisa ditandai dengan maraknya: pembenahan tata ruang kota & sistem transportasi, menjamurnya gedung-gedung skyscraper (untuk hotel berbintang, apartemen mewah, rumah sakit modern, dll.), berdirinya shopping centre & mall-mall mewah gigantic, berkembangnya Solo Baru menjadi kota mandiri/ satelit, pembangunan jalan tol (bagian dari Tol Trans Jawa) serta pembangunan Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, dll. yang semuanya seolah dipersiapkan khusus untuk menyambut serbuan para tamu & turis, baik lokal maupun mancanegara, untuk berbondong-bondong datang berbisnis, berduyun-duyun jalan-jalan serta after baring-baring bareng-bareng borong-borong barang-barang ke Solo.
Solo..., YESS! YESS! YESS! I am coming...

Beberapa Contoh Skyscraper Building yang Berhasil Membuat Kota Solo Tampil Beda, Menjadi Lebih Modern, Full Bening Full Kinclong!

Lalu tujuan wisata apa saja yang ada di Solo yang sayang banget kalau dilewatkan begitu saja, ketika berkunjung ke sana?

Beberapa diantaranya adalah: 

Kraton Surakarta Hadiningrat.

Gapura Kraton Surakarta Hadiningrat.
Lokasi Kraton Surakarta Hadiningrat sangat strategis, berada relatif di pusat Kota, sehingga mudah ditemukan dan dicapai dari segala penjuru.
Aura kemegahan, keanggunan dan kewibawaan akan langsung terasakan begitu memasuki gapura depan kraton/ Gladak. Pohon-pohon beringin tua raksasa di kiri kanan jalan, yang seakan menyambut kedatangan para tamu terhormat kraton, semakin menambah kewibawaan kompleks kraton ini. Dan seterusnya. Haha.
Note:
Sotoy!
Secara umum kondisi kraton tua ini sudah sangat memprihatinkan, selain terkesan kurang terawat, juga semrawut. Belum lagi para PKL yang bejibun banyaknya. Sekiranya dilakukan program redevelopment terpadu, seperti halnya Old Batavia terakhir ini, maka  bisa diyakini situs dengan segala kemegahannya ini, bakal segera menjadi destinasi utama wisata dunia, Amien. Yang beginian di dunia cuma ada satu lho!


Puri Mangkunegaran.

Gapura Puri Mangkunegaran.


Berbeda dengan Kraton di atas, Kraton yang dinamakan Puri Mangkunegaran ini letaknya terkesan agak tersembunyi & misterius, sehingga untuk mencarinya terkadang harus muter-muter dulu, bahkan pakai acara kesasar segala, terutama bagi yang belum familier dengan rute-rute jalan di Solo. Padahal (arah dari Boyolali ke Solo) dari jl. protokol Brigjen Slamet Riyadi lalu njeketek belok ke kiri ke jl. Diponegoro sudah sampai. So simple.
Puri Mangkunegaran, est. 1757, menempati area yang tidak terlalu luas. Bagian utama dari Puri ini adalah bangunan joglo raksasa, est. 1866, dimana persis di depannya terdapat kolam air mancur cantik bergaya Eropa.
Puri anggun dengan arsitektur bergaya perpaduan Jawa-Eropa ini tampak lebih terawat dan yang terpenting, disana banyak spot bagus yang sangat asyik untuk berfoto ria. Cihuy..!


Museum Radya Pustaka.

Museum Swasta Tertua di Indonesia.
Museum ini didirikan pada masa PBIX oleh R. Adipati Sosrodiningrat IV di nDalem Kepatihan, pada 28 Oktober 1890. Kemudian pindah ke gedung yang sekarang pada 1 Januari 1913. Jadi museum ini adalah museum tertua di Indonesia dan dikelola oleh sebuah yayasan, bukan oleh negara.
Di museum para pengunjung dapat melihat benda-benda bersejarah terkait dengan kraton, seperti naskah-naskah kuno, benda-benda pusaka adat, wayang kulit, arca kuno dari jaman Hindu dan Budha, dll.
Museum ini juga memiliki perpustakaan yang memiliki koleksi buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni, tradisi dan kesusasteraan yang ditulis dalam Bahasa Jawa dan Belanda.


Museum Keris Solo.

Museum Keris Solo.
Saat posting ini ditulis, salah satu tujuan wisata utama dan penting, yaitu Museum Keris Solo belum bisa dikunjungi karena memang belum diresmikan, meskipun bangunan fisiknya sudah klaar seperti gambar di sebelah.
Gedung utama museum yang terdiri dari enam lantai ini (include basement), rencananya akan berisi perpustakaan dan ruang pamer. Lantai pertama berisi ruang penerimaan tamu, giant screen sebagai display informasi dan mini theatre dimana para pengunjung dapat menonton video dokumentasi tentang keris. Sedangkan lantai-lantai di atasnya akan berisi perpustakaan, diaroma pembuatan keris dan cara pemakaian/ pemasangan keris pada berbagai aktifitas serta ruang pamer tempat memajang karya tosan aji master piece mulai sejak jaman Majapahit. Untuk kantor, workshop pembuatan keris dan lab. metalurgi akan bertempat di gedung tersendiri yang terpisah dari gedung utama museum.
Museum yang terletak di Jl. Bhayangkara dan masih satu komplek dengan stadion Sriwedari, Solo ini rencananya akan diresmikan sekitar September 2016.
Note:
Museum ini dilengkapi dengan fasilitas yang ramah bagi pengunjung difabel, berupa pembuatan akses khusus masuk, lift yang menjangkau basement sampai lantai empat serta toilet.

Keindahan pamor dari beberapa keris:


Beberapa Contoh Pamor Keris.
Keris Majapahit.
Keris Nogososro.

Pasar Klewer.

Ground Breaking Pasar Klewer,
Setelah Terbakar Habis 2014.
Dulu sebelum terbakar, 27 Desember 2014, Pasar Klewer merupakan pusat perdagangan batik yang sangat hiruk pikuk ramainya dan menjadi salah satu tujuan wisata belanja Solo, yang umumnya dilakukan para turis setelah puas berkunjung ke Kraton Surakarta Hadiningrat karena lokasinya masih dalam satu komplek.
Pasar Klewer untuk sementara dipindahkan ke Alun-Alun Utara Kraton Surakarta Hadiningrat, dalam bentuk jajaran kios-kios darurat karena Pasar Klewer yang baru sedang dalam pembangunan, di lokasi lama.
Meskipun statusnya darurat, pasar ini tetap ramai diserbu pengunjung.
Note:
Tempat wisata belanja batik lainnya, adalah Kampung Batik Laweyan dan Kauman.


Museum Batik Kuno Danar Hadi.

Museum Batik Kuno Danar Hadi Solo.

Museum yang diresmikan tahun 2002 ini terletak di lokasi strategis, Jl. Brigjen Slamet Riyadi, Solo, dan masih berada satu komplek dengan outlet House of Danar Hadi.
Jumlah koleksi batik kuno Danar Hadi mencapai + 10.000 helai, namun hanya sebagian koleksi saja yang bisa dinikmati di museum ini. Meskipun begitu museum ini sudah diakui MURI sebagai yang terlengkap & terbaik di Indonesia, bahkan di dunia!
Selain batik-batik dari penjuru Indonesia, disini juga bisa dijumpai batik-batik dari luar negri, seperti: Batik Belanda & Batik Djawa Hokokai.
Mengunjungi museum ini sama saja dengan melakukan wisata sejarah batik. Selain medapatkan banyak pengetahuan tentang time line batik, para pengunjung dapat pula belajar membatik, melihat proses membatik dan meninjau pabrik batik yang berada di belakang museum.


Pandawa Water World, Solo Baru.

Pandawa Water World, Solo Baru.
Solo Baru, yang berada di selatan Kota Surakarta, awalnya merupakan pengembangan kawasan perumahan seluas + 250 Ha oleh sebuah perusahaan developer.
Lahirnya konsep Solo Raya, telah mendorong pihak developer untuk sigap melengkapi daerah garapannya dengan berbagai fasilitas, seperti: tempat ibadah, shopping centre, kuliner, dealer, hotel, office, bank, sekolah, rumah sakit, sport centre, tempat rekreasi, dll., sehingga Solo Baru layak berstatus Kota Mandiri.
Fasilitas terbaru disini adalah tempat rekreasi, berupa wahana air modern gigantic dalam berbagai variasi bentuk perairan, yang langsung sukses menjadi ikon baru tujuan wisata di Solo, yaitu: Pandawa Water World. Wah, pokoke bakal mewek parah kalau tidak mampir nyemplung byuuur...! dulu disini. :)


Museum Manusia Purba Sangiran.

Patung Phitecontrapus Soloensis.
Museum ini terletak di Kalijambe, Sragen. Jaraknya  + 20 Km dari pusat kota Solo. Lokasinya berdekatan dengan area situs fosil purbakala yang sudah terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. 
Situs ini adalah tempat ditemukannya fosil dari Phitecontrapus Soloensis, pada tahun + 1930, oleh Prof. Von Koenigswald, arkeolog berkebangsaan Jerman.
Dari Museum dan situs, selain bisa diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia Jawa Purba, juga masih bisa ditemukannya, sampai saat ini, fosil-fosil dari yang berumur 2 juta s/d 200.000 tahun dalam keadaan relatif utuh. 
Note:
Fosil Manusia "kera"/ Phitecontrapus lainnya yang juga ditemukan oleh Prof. Von Koenigswald adalah Phitecontrapus Mojokertensis. Ditemukan di daerah Pening, Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun + 1936.
Fosil terkenal di dunia, adalah fosil rahang bawah dari Phitecontrapus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1830 di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur.


Wisata Candi Sukuh.

Candi Sukuh, Khusus Untuk 17+
Candi Sukuh adalah candi berciri Hindu yang terletak di Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar. Candi ini berada pada ketinggian dpl. + 1.200 meter, di lereng Gunung Lawu. Jaraknya relatif dekat dengan Solo, + 40 Km. 
Bentuk Candi Sukuh berbeda dengan bentuk candi-candi pada umumnya di Indonesia. Unik, karena cenderung mirip dengan bangunan piramida terpenggal peninggalan Suku Maya di Mexico atau Suku Inca di Peru.
Note:
Nono.
Sebagian patung & relief di candi ini terkesan vulgar berbau porno, maka jangan heran jika masyarakat setempat kadang menyebut candi ini sebagai Candi Rusuh (= saru/ tabu/ jorok). Jadi Candi Sukuh ini tidak cocok untuk disambangi oleh anak-anak atau orang-orang yang belum dewasa/ cukup umur.


Air Terjun Grojogan Sewu.

Air Terjun Grojogan Sewu~Tawangmangu.
Ketika Masih Asli & Benar-Benar Alami.

Air terjun alami setinggi + 80 meter ini terletak di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Hawanya sangat sejuk & segar mengingat berada pada ketinggian dpl. + 1.000 meter, di lereng Gunung Lawu.
Jaraknya yang relatif dekat dengan Solo, + 40 Km, menyebabkan air terjun ini tidak pernah sepi pengunjung. 
Note:
Terakhir kesini, sifat pemandangan alami seperti yang tersaji pada puluhan tahun yll. di sekitaran air terjun sudah rusak parah, yaitu akibat didirikannya bangunan-bangunan beton gak jelas & gak matching blas! 
Sebenarnya kekuatan dahsyat wisata Indonesia bagi warga dunia, terletak pada keindahan alamnya yang masih alami tiada tandingan. Sayangnya, sudah pada rusak parah dan hanya mampu menjadi destinasi wisata kelas standart biasa (sekali berkunjung, mendadak ingin cepat pulang dan merasa kapok untuk datang berkunjung lagi) gara-gara pengelolaannya sering sembrono & amatiran. Contoh tempat wisata lain yang bernasib sama, al.: Gunung Bromo, Telaga Sarangan, Puncak, Pantai Carita, dll. Penonton Kecewa! 
Sotoy!
Penyakit atau faktor perusak tempat wisata yang seharusnya bisa menjadi destinasi wisata kelas nasional, bahkan kelas dunia, ternyata hanya mampu menjadi destinasi wisata kelas standart biasa, adalah: kumuh & miskin alias kumis.
Kumuh yang ditandai dengan banyaknya: PKL, warung-warung liar, penambahan bangunan-bangunan permanen, taman-taman kecil, patung-patung, dll. yang tidak matching blas ditambah pula tata warna & tata letak yang serampangan  (segi arsitektur & estetika terabaikan), hingga merusak pemandangan, lingkungan berantakan & kotor penuh sampah berserakan, merajalelanya tukang copet, penipu, pungutan liar/ pungli, makelarisme & premanisme, merajalelanya pengemis, pengamen & pedagang asongan, dll
Miskin yang ditandai dengan minimnya: akses jalan yang mudah & bagus, tempat parkir yang lega & aman, management informasi, management SDM, management maintenancefasilitas tempat sampah & toilet yang bersih, event-event yang berkualitas, faslitas kenyamanan & keamanan, tempat-tempat bermain & hiburan, tempat-tempat makan yang hygienist, enak & berkualitas, toko-toko souvenir & oleh-oleh khas, dll. 


Wisata Kuliner.

Sate Buntel Solo.
Kuliner khas Solo yang wajib diserbu & diganyang habis sampai weteng mbledak, antara lain: nasi liwet, garang asem, sate buntel Solo, tongseng, selat Solo, timlo Solo, gudeg Solo, serabi Solo, dll. And jangan lupa itu es krim Tentrem yang gak bakal bisa dijumpai di kota-kota lainnya, perlu disikat habis pula. Tentang nama tempat yang enak dan dimana alamatnya, bisa langsung ditanyakan ke warga Solo yang terkenal ramah atau kalau lagi malas ya tanya azzah ke mbah Google, beres!
Di Solo bertebaran pula toko pusat jajanan/ oleh-oleh, salah satu yang termasyhur adalah Toko Roti Ganep (heritage, est. 1881). Ganep adalah nama pemberian langsung dari Sunan PBX. Trims Beh! :)
Disini juga cocok untuk bernostalgia, karena tersedia banyak jajanan jadul yang unik & langka, seperti: ampyang, nogat, koya, koyas, brondong, permen cicak, permen bolong Darlie, permen dollar, permen payung, permen jahe, lidah kucing, kuku macan, abon pedas, kue Bagelen, kue jahe, dll. Sungguh menyenangkan!


Lain-lain.

Gapura Kota Surakarta ex PBX. Est. 1930.
Solo kaya akan bangunan-bangunan heritage fully iconic, hingga sering bikin banyak orang bingung dalam memilih bangunan apa yang paling iconic, yang bisa membuat seseorang dianggap belum pergi ke Solo sebelum ketemu bangunan tsb., seperti halnya Tugu Yogyakarta yang legendaris.
Asyiiik!
Saya sendiri sudah lama kesengsem dengan salah satu bangunan yang ada di Solo. Bentuknya relatif simpel, tetapi anehnya mengapa bisa bikin kangen setiap kali pergi kesana. Jadi setiap ke Solo saya harus ketemu dulu dengan bangunan tsb., sebab kalau tidak rasanya seperti ada yang kurang. Dasar orang aneh? Haha. So eazy boy, sebab siapa tahu banyak orang merasakan juga hal yang sama.
Penasaran? See foto sebelah. Jadi ketika ke Solo, coba cari dan temukan bangunan cantik yang still exist & masih lestari ini.

Peta Lokasi Footage Kraton Kartosuro, Sebelum Dipindahkan Ke Desa Solo.

Sisa Tembok Benteng Kraton Kartosuro.
Apabila Anda demen banget wisata sejarah, sebenarnya Anda bisa kunjungi jejak-jejak ex Kraton Kartosuro sebelum dipindahkan ke desa Solo, yang bisa dilacak dari sisa bangunan ybs. maupun nama-nama jalan/ kampung di sekitar yang berbau istilah kraton Jawa, seperti: Alun-alun, Pagelaran, Sitinggil, dll.
Agar tidak mati penasaran ada dimana lokasinya, maka dapat Anda pelajari sejenak pada peta di atas.
Note:
Jl. Jend. A. Yani di peta atas adalah terusan dari jl. Brigjen Slamet Riyadi~Solo, menuju pertigaan ke Semarang dan Yogya (ciri: ada Tugu Kartosuro).
Agar tidak bingung, maka bedakan antara jl. Slamet Riyadi di peta atas yang letaknya di Kartosuro dengan yang di Solo. Yang di Solo ditulis lengkap berikut pangkat yang disandang, yaitu: jl. Brigjen Slamet Riyadi.

Akhirnya, dari jarak yang relatif dekat dengan Kota DI Yogyakarta, yaitu + 65 Km, maka setelah puas menjelajahi Kota Solo tidak ada salahnya jika perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta, begitu juga sebaliknya.



Have a Nice Trip!




No comments: